top of page

Ketika Menjadi Diri Sendiri Disalahpahami

  • Gambar penulis: Noni Riches
    Noni Riches
  • 22 Mar
  • 3 menit membaca
Sebuah renungan tentang mengekspresikan diri, penilaian & melepaskan kendali.

Ada kalanya terasa seperti kita hidup di dunia di mana banyak orang hanya memainkan peran, mengatakan apa yang diharapkan, bersikap sesuai yang diterima, dan tidak selalu menunjukkan apa yang benar-benar mereka rasakan.


Di ruang seperti itu, menjadi jujur bisa terasa tidak sederhana.

Terkadang, bahkan ketika kita berbicara dari niat yang tulus, apa yang kita sampaikan bisa disalahartikan. Tidak selalu diterima seperti yang kita maksud.

Dan seringkali, bukan dibicarakan langsung kepada kita, tapi justru menjadi pembicaraan di tempat lain.


Awalnya, hal seperti ini bisa terasa tidak nyaman. Bisa membuat kita mempertanyakan diri sendiri, niat kita, atau bahkan apakah kita seharusnya berbicara sejak awal.


Tapi perlahan, aku mulai melihatnya dengan cara yang berbeda.....


A lady contemplating at sunset

Renungan ketika menjadi diri sendiri disalahpahami



Orang Akan Selalu Punya Pendapat

Apa pun yang kita lakukan, akan selalu ada penilaian.

Kalau kita terlalu banyak melakukan sesuatu, dianggap berlebihan. Kalau terlalu sedikit, dianggap kurang peduli. Dan ketika kita memilih menjalani hidup dengan cara kita sendiri, itu pun bisa jadi bahan penilaian.


Bahkan ketika niat kita tulus, tidak semua orang akan melihatnya seperti itu.


Dan mungkin… itu memang tidak bisa dihindari.

Karena cara orang melihat sesuatu seringkali dipengaruhi oleh pengalaman, cara berpikir, dan sudut pandang mereka sendiri, bukan hanya dari apa yang kita lakukan.


Kita Tidak Bisa Mengontrol Cara Orang Melihat Kita

Wajar jika kita ingin dipahami. Ingin orang lain melihat niat kita dengan jelas.

Tapi kenyataannya, kita tidak sepenuhnya bisa mengontrol itu.

Kita bisa menjelaskan.Kita bisa mengklarifikasi. Tapi pada akhirnya, bagaimana orang memilih untuk melihat kita, itu adalah pilihan mereka.


Dan mencoba mengontrol hal itu terus-menerus… bisa sangat melelahkan.

Karena tanpa sadar, fokus kita berpindah, dari hidup kita sendiri, menjadi pada opini orang lain.


Berbicara Jujur Bukan Berarti Kasar

Satu hal yang mulai aku pahami:

Mengekspresikan diri, terutama jika datang dari niat yang baik, bukanlah hal yang kasar.

Mengungkapkan apa yang kita pikirkan, menyampaikan batasan, atau jujur tentang apa yang kita rasakan…mungkin tidak selalu mudah diterima.


Tapi itu tidak berarti salah.

Di saat yang sama, tidak semua orang harus setuju.Dan itu juga bagian dari kehidupan.


A lady stands on the beach at sunset


Melepaskan Kebutuhan untuk Disukai Semua Orang

Banyak energi yang terpakai hanya untuk memikirkan bagaimana kita dilihat orang lain.

Mengulang percakapan di kepala. Memikirkan apakah kita salah bicara. Merasa tidak enak karena tidak disukai atau tidak dipahami.


Tapi semakin kita mencoba mengontrol itu, semakin jauh kita dari diri kita sendiri.

Dan mungkin, di titik tertentu, kita perlu bertanya:

Apakah di situ aku ingin menghabiskan energiku?


Karena terus-menerus menyesuaikan diri dengan ekspektasi orang lain bisa perlahan menjauhkan kita dari siapa kita sebenarnya.


Mengembalikan Fokus ke Diri Sendiri

Ada kelegaan yang berbeda ketika kita mulai melepaskan itu.

Ketika kita tidak lagi merasa perlu menjelaskan semuanya. Tidak lagi merasa harus memperbaiki setiap kesalahpahaman.

Dan mulai mengembalikan fokus ke diri sendiri.

Ke hidup kita. KeĀ arah yang kita pilih. KeĀ ketenangan yang ingin kita jaga.

Ini bukan berarti kita mengabaikan orang lain, tapi lebih kepada tidak membiarkan opini mereka menguasai pikiran kita.


Membiarkan Orang Lain Menjadi Diri Mereka

Pada akhirnya, orang akan tetap punya pandangan mereka sendiri.

Mereka bisa salah paham. Mereka bisa mempertanyakan. Mereka bisa berbicara.

Tapi semua itu tidak menentukan nilai diri kita. Dan tidak mengubah apa yang nyata bagi kita.

Kita tidak perlu dipahami oleh semua orang untuk bisa terus berjalan. Dan kita tidak perlu mengontrol semuanya untuk bisa merasa tenang.


Kadang, yang bisa kita lakukan hanyalah…membiarkan orang lain menjadi diri mereka,dan memberi diri kita izin untuk melakukan hal yang sama.

Untuk berbicara.Untuk mengekspresikan diri.Untuk hidup dengan cara yang terasa benar bagi kita.


Tidak harus sempurna.Tapi jujur.

Dan itu sudah cukup šŸ’œ

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Mengomentari postingan ini tidak tersedia lagi. Hubungi pemilik situs untuk info selengkapnya.

Dibuat oleh Noni Riches, Fotografer cahaya alami, editor foto & video, dan desainer grafis otodidak. Portofolio ini merupakan jurnal visual tentang keindahan, emosi, dan kisah-kisah yang tak terungkap yang ditangkap melalui cahaya, dibentuk oleh hati.

Noni Riches Gmail
Noni Riches Photography Instagram

Sanur - Bali
Indonesia

​

@2026

bottom of page